Kaidah Kebahasaan dan Unsur Sastra
📋Capaian Pembelajaran
Bahasa Indonesia Fase F menekankan ketepatan berbahasa (menulis dan berbicara) dan apresiasi sastra. Penguasaan kaidah ini mendukung kompetensi evaluasi dan apresiasi pada soal membaca.
🎯Yang perlu kamu kuasai
- Menerapkan ejaan dan tanda baca sesuai EYD.
- Membedakan kata baku dan tidak baku.
- Menyusun kalimat efektif.
- Mengenali unsur intrinsik prosa, puisi, dan drama.
📚Materi
1. Ejaan dan tanda baca
- Huruf kapital untuk awal kalimat, nama diri, nama geografi, dan nama hari/bulan.
- Huruf miring untuk judul buku, kata/istilah asing, dan penegasan.
- Tanda koma memisahkan unsur perincian, anak kalimat yang mendahului induk, dan sebelum kata penghubung “tetapi/melainkan”.
- Kata depan (di, ke, dari) ditulis terpisah jika menunjukkan tempat (“di rumah”); imbuhan ditulis serangkai (“dimakan”).
2. Kata baku
| Baku | Tidak baku |
|---|---|
| praktik, apotek, analisis | praktek, apotik, analisa |
| izin, risiko, kualitas | ijin, resiko, kwalitas |
| jadwal, cenderamata, napas | jadual, cinderamata, nafas |
| memengaruhi, memopulerkan | mempengaruhi, mempopulerkan |
3. Kalimat efektif
Kalimat efektif hemat, logis, dan jelas: hindari kata mubazir dan makna ganda, serta pastikan subjek-predikat jelas. “Para hadirin sekalian dimohon berdiri” menjadi “Hadirin dimohon berdiri” (hilangkan pengulangan makna jamak).
4. Unsur sastra
- Prosa (cerpen, novel): tema, tokoh dan penokohan, alur (maju/mundur/campuran), latar, sudut pandang, amanat.
- Puisi: diksi, citraan (imaji), rima, irama, majas, dan amanat; dibagi bait dan larik.
- Drama: dialog, tokoh, latar, konflik, dan petunjuk laku (kramagung). Berbeda dari prosa karena disajikan untuk dipentaskan.
- Sastra Melayu Klasik (hikayat): berlatar istana, memakai bahasa Melayu lama, sering mengandung unsur kesaktian; kata khas seperti “syahdan”, “hatta”, “maka”.
✏️Contoh soal
Masalah: “para siswa-siswa” (jamak ganda), “kepada” di awal membuat kalimat tanpa subjek, dan “masuk ke dalam” berlebihan.
Perbaikan: “Siswa yang terlambat diharapkan segera masuk kelas.”
📝Latihan
Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.
1. Bentuk baku: “merubah” atau “mengubah”?
2. Penulisan yang benar: “di sekolah” atau “disekolah”?
3. Efektifkan: “Dia naik ke atas tangga untuk mengambil buku.”
4. Sudut pandang “aku” dalam cerita disebut sudut pandang apa?
5. Majas dalam “suaranya menggelegar memecah angkasa”?
6. Ciri bahasa hikayat (sastra Melayu klasik)?
🎯Latihan TKA
Belum ada soal latihan TKA yang khusus untuk topik ini. Kerjakan paket lengkapnya: TKA Bahasa Indonesia Paket 1 dan Paket 2.