Pewarisan Sifat: Sintesis Protein dan Hukum Mendel
📋Capaian Pembelajaran
Fase F: menerapkan prinsip pewarisan sifat. Sub materi dalam Panduan: sintesis protein serta kaitan antara DNA, RNA, dan protein; Hukum Mendel I dan II beserta penyimpangan semunya; dan pola-pola hereditas pada manusia. Kompetensinya meliputi menentukan urutan asam amino dari urutan basa dan memprediksi peluang keturunan suatu persilangan.
🎯Yang perlu kamu kuasai
- Membandingkan DNA dan RNA, serta menjelaskan transkripsi dan translasi.
- Menentukan urutan mRNA, antikodon, dan asam amino dari urutan DNA.
- Menyelesaikan persilangan monohibrid dan dihibrid serta menghitung peluang.
- Mengenali penyimpangan semu: kodominan, dominansi tidak penuh, epistasis, polimeri, komplementer.
- Menganalisis pewarisan golongan darah dan sifat terpaut kromosom X.
📚Materi
1. DNA, RNA, dan sintesis protein
| DNA | RNA | |
|---|---|---|
| Rantai | ganda, heliks | tunggal |
| Gula | deoksiribosa | ribosa |
| Basa | A, T, G, C (A–T, G–C) | A, U, G, C (A–U) |
| Tempat | terutama nukleus | nukleus dan sitoplasma (mRNA, tRNA, rRNA) |
Transkripsi (di nukleus): RNA polimerase membaca rantai DNA cetakan dan membentuk mRNA komplementer. Translasi (di ribosom): setiap tiga basa mRNA (kodon) dipasangkan dengan antikodon tRNA yang membawa asam amino tertentu. AUG = kodon start (metionin); UAA, UAG, UGA = kodon stop.
Perubahan satu basa (mutasi gen) dapat mengubah satu asam amino — seperti pada anemia sel sabit — atau menghasilkan kodon stop lebih awal.
2. Hukum Mendel
- Hukum I (segregasi): dua alel suatu gen berpisah saat pembentukan gamet; setiap gamet hanya membawa satu alel.
- Hukum II (berpasangan bebas): alel dari gen yang berbeda bergabung secara bebas dalam gamet. Individu AaBb membentuk 4 macam gamet: AB, Ab, aB, ab. Jumlah macam gamet = 2ⁿ (n = jumlah pasangan heterozigot).
Persilangan dihibrid AaBb × AaBb menghasilkan fenotipe 9 : 3 : 3 : 1. Uji silang (test cross) dengan induk homozigot resesif mengungkap genotipe: Aa × aa → 1 : 1; AA × aa → semua dominan.
3. Penyimpangan semu Hukum Mendel
| Peristiwa | Ciri | Rasio F₂ |
|---|---|---|
| Dominansi tidak penuh (intermediet) | heterozigot bersifat di antara (bunga merah × putih → merah muda) | 1 : 2 : 1 |
| Polimeri | beberapa gen memengaruhi sifat yang sama secara kumulatif | 15 : 1 |
| Kriptomeri | gen dominan baru tampak jika bersama gen dominan lain | 9 : 3 : 4 |
| Epistasis dominan | gen dominan menutupi gen lain yang bukan alelnya | 12 : 3 : 1 |
| Komplementer | dua gen dominan harus bersama agar sifat muncul | 9 : 7 |
4. Pola hereditas pada manusia
- Golongan darah ABO (alel ganda dan kodominan): Iᴬ dan Iᴮ kodominan, i resesif. A = IᴬIᴬ/Iᴬi; B = IᴮIᴮ/Iᴮi; AB = IᴬIᴮ; O = ii.
- Terpaut kromosom X resesif: buta warna dan hemofilia. Laki-laki (XY) cukup membawa satu alel untuk menderita; perempuan (XX) bisa menjadi karier (XᴴXʰ) yang normal tetapi dapat menurunkannya.
- Autosom resesif: albinisme, talasemia — dua orang tua karier berpeluang ¼ memiliki anak penderita.
✏️Contoh soal
Karena anak bergolongan O (ii), masing-masing orang tua pasti membawa alel i: ayah Iᴬi, ibu Iᴮi.
Gamet ayah: Iᴬ, i; gamet ibu: Iᴮ, i. Keturunan: IᴬIᴮ (AB), Iᴬi (A), Iᴮi (B), ii (O) — masing-masing ¼.
Peluang anak kedua AB = ¼ (25%). Peluang setiap kelahiran tidak bergantung pada anak sebelumnya.
📝Latihan
Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.
1. Rantai DNA cetakan: TAC CGA GGC. Tentukan mRNA dan antikodon tRNA-nya.
2. Berapa macam gamet yang dibentuk individu AaBBCc?
3. Bunga merah (MM) disilangkan dengan bunga putih (mm) menghasilkan F₁ merah muda. Apa rasio fenotipe F₂?
4. Kacang bulat-kuning (BbKk) disilangkan sesamanya. Berapa peluang keturunan keriput-hijau?
5. Ibu karier buta warna menikah dengan ayah normal. Berapa peluang anak laki-laki mereka buta warna?
6. Persilangan dua tanaman menghasilkan rasio 9 : 7. Penyimpangan apakah ini?
🎯Latihan TKA
Belum ada soal latihan TKA yang khusus untuk topik ini. Kerjakan paket lengkapnya: TKA Biologi Paket 1 dan Paket 2.