Beranda › Learning Hub › Biologi SMA › F.5 Sistem reproduksi
F.5

Sistem Reproduksi Manusia

Fase F · Kelas XI–XII

Sistem reproduksi diatur oleh hormon yang naik turun secara teratur. Memahami pengaturan itu menjelaskan siklus menstruasi, cara kerja alat kontrasepsi, dan banyak gangguan kesehatan reproduksi. Bagian ini juga memperlihatkan kaitan erat sistem reproduksi dengan sistem hormon dan meiosis.

📋Capaian Pembelajaran

Fase F: menganalisis keterkaitan antarsistem organ dalam tubuh untuk merespons stimulus internal dan eksternal. Sistem reproduksi dikaji bersama sistem hormon, dan Panduan mengaitkannya dengan pendidikan kesehatan — termasuk analisis kasus penyakit seperti kanker payudara.

🎯Yang perlu kamu kuasai

  • Menyebutkan organ reproduksi pria dan wanita beserta fungsinya.
  • Menjelaskan spermatogenesis dan oogenesis.
  • Menafsirkan grafik hormon pada siklus menstruasi.
  • Menjelaskan fertilisasi, implantasi, dan peran plasenta.
  • Menjelaskan cara kerja kontrasepsi dan menjaga kesehatan reproduksi.

📚Materi

1. Organ reproduksi

  • Pria: testis (dalam skrotum, suhu sedikit di bawah suhu tubuh) menghasilkan sperma di tubulus seminiferus. Sel Sertoli memberi nutrisi sperma; sel Leydig menghasilkan testosteron. Sperma dimatangkan di epididimis, lalu melalui vas deferens; vesikula seminalis, prostat, dan kelenjar Cowper menambahkan cairan semen.
  • Wanita: ovarium menghasilkan ovum, estrogen, dan progesteron; tuba Fallopi (oviduk) tempat fertilisasi; rahim (uterus) tempat implantasi dan perkembangan janin; serviks dan vagina.

2. Gametogenesis

Spermatogenesis: spermatogonium (2n) → spermatosit primer → meiosis I → 2 spermatosit sekunder → meiosis II → 4 spermatid (n) → 4 sperma. Berlangsung terus sejak pubertas. Oogenesis: oogonium → oosit primer (sudah ada sejak lahir, berhenti di profase I) → saat pubertas, setiap siklus satu oosit melanjutkan meiosis I → oosit sekunder + badan polar → ovulasi; meiosis II selesai hanya jika dibuahi. Hasilnya 1 ovum dan badan polar yang mengalami degenerasi.

3. Siklus menstruasi

Grafik kadar empat hormon selama 28 hari. FSH sedikit naik di awal dan memuncak bersama LH di hari ke-14. LH melonjak tajam di hari ke-14. Estrogen naik dan memuncak sebelum hari ke-14, lalu naik lagi sedikit di fase luteal. Progesteron rendah sampai hari ke-14, memuncak sekitar hari ke-21, lalu turun. Pita di bawah menandai fase menstruasi hari 1 sampai 5, fase folikel, ovulasi hari 14, dan fase luteal.
Kadar hormon selama siklus menstruasi 28 hari.
  1. Menstruasi (hari 1–5): progesteron dan estrogen rendah, dinding rahim luruh.
  2. Fase folikel/proliferasi: FSH merangsang pematangan folikel; folikel menghasilkan estrogen yang menebalkan dinding rahim.
  3. Ovulasi (sekitar hari 14): estrogen tinggi memicu lonjakan LH → folikel matang melepaskan oosit.
  4. Fase luteal/sekresi: sisa folikel menjadi korpus luteum yang menghasilkan progesteron (dan estrogen) untuk mempertahankan dinding rahim. Progesteron tinggi menghambat FSH dan LH.

Jika tidak terjadi kehamilan, korpus luteum menyusut, progesteron turun, dan menstruasi terjadi lagi. Jika terjadi kehamilan, embrio menghasilkan hormon hCG yang mempertahankan korpus luteum, sehingga progesteron tetap tinggi dan menstruasi tidak terjadi; hCG inilah yang dideteksi alat tes kehamilan.

4. Fertilisasi, kehamilan, dan kesehatan reproduksi

Fertilisasi di tuba Fallopi menghasilkan zigot → membelah menjadi morula → blastosis yang menempel di dinding rahim (implantasi, sekitar hari ke-6 sampai 7). Plasenta terbentuk dari jaringan embrio dan ibu: tempat pertukaran O₂, nutrisi, dan zat sisa tanpa pencampuran darah, serta penghasil hormon.

  • Kontrasepsi: pil hormonal (estrogen dan progesteron sintetis) menekan FSH dan LH sehingga ovulasi tidak terjadi; kondom mencegah sperma masuk; vasektomi memotong vas deferens (testis tetap menghasilkan testosteron, tetapi semen tidak mengandung sperma); tubektomi memotong tuba Fallopi.
  • Kesehatan: infeksi menular seksual (sifilis, gonore, HIV), kanker serviks (dicegah dengan vaksin HPV dan skrining), kanker payudara (deteksi dini dengan SADARI).

✏️Contoh soal

Hasil pemeriksaan seorang wanita menunjukkan kadar progesteron tetap tinggi selama lebih dari 4 minggu setelah ovulasi, dan ia tidak mengalami menstruasi. Apa kemungkinan kondisinya? Jelaskan kaitannya dengan hormon.

Biasanya progesteron turun sekitar 2 minggu setelah ovulasi karena korpus luteum menyusut. Kadar yang tetap tinggi menunjukkan korpus luteum dipertahankan oleh hCG dari embrio — wanita itu kemungkinan hamil. Progesteron menjaga dinding rahim tetap tebal dan menghambat FSH dan LH sehingga tidak ada ovulasi baru.

Periksa. Tes hCG pada urine dapat memastikannya.
Jebakan. Mengira progesteron dihasilkan hipofisis. Progesteron berasal dari korpus luteum (lalu plasenta); hipofisis menghasilkan FSH dan LH.

📝Latihan

Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.

1. Apa fungsi sel Sertoli dan sel Leydig?
Sel Sertoli memberi nutrisi dan melindungi sperma yang berkembang; sel Leydig menghasilkan testosteron.
2. Hormon apa yang melonjak tepat sebelum ovulasi?
LH (luteinizing hormone), dipicu oleh kadar estrogen yang tinggi.
3. Satu oogonium dan satu spermatogonium masing-masing menghasilkan berapa gamet fungsional?
Oogonium: 1 ovum (dan badan polar). Spermatogonium: 4 sperma.
4. Bagaimana pil kontrasepsi hormonal mencegah kehamilan?
Estrogen dan progesteron sintetis menekan pelepasan FSH dan LH (umpan balik negatif), sehingga folikel tidak matang dan ovulasi tidak terjadi.
5. Apakah pria yang menjalani vasektomi kehilangan ciri kelamin sekunder? Jelaskan.
Tidak. Testis tetap menghasilkan testosteron yang masuk ke darah; yang terputus hanya saluran sperma (vas deferens).
6. Di mana terjadi fertilisasi, implantasi, dan pembentukan plasenta?
Fertilisasi di tuba Fallopi; implantasi di dinding rahim (endometrium); plasenta terbentuk di dinding rahim dari jaringan embrio dan ibu.

🎯Latihan TKA untuk topik ini

Soal-soal berikut dari latihan TKA Biologi SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.

  • Paket 1 · Soal 18 PG — Mengidentifikasi hormon-hormon siklus menstruasi dari grafik kadar hormon.
  • Paket 1 · Soal 19 PG — Memprediksi kondisi reproduksi berdasarkan perubahan kadar hormon progesteron.
  • Paket 1 · Soal 20 PGK Kategori — Menganalisis dampak vasektomi terhadap fungsi organ reproduksi pria.
  • Paket 2 · Soal 18 PG — Menentukan fungsi sel-sel pada testis.
  • Paket 2 · Soal 19 PG — Menjelaskan mekanisme kerja pil kontrasepsi hormonal dalam mencegah ovulasi.
  • Paket 2 · Soal 20 PGK Kategori — Menentukan tempat terjadinya fertilisasi, implantasi dan pembentukan plasenta.