Sistem Koordinasi dan Sistem Imun
📋Capaian Pembelajaran
Fase F: menganalisis keterkaitan antarsistem organ dalam tubuh untuk merespons stimulus internal dan eksternal. Sistem saraf, hormon, dan imun adalah pengatur utama respons itu. Panduan mencontohkan analisis kasus seperti diabetes, yang melibatkan sistem hormon, peredaran darah, ekskresi, dan imun sekaligus.
🎯Yang perlu kamu kuasai
- Menjelaskan struktur neuron, penghantaran impuls, dan sinapsis.
- Menentukan urutan jalannya impuls pada gerak biasa dan gerak refleks.
- Mengaitkan bagian otak dengan fungsinya.
- Menjelaskan kerja hormon dan umpan balik (insulin–glukagon, ADH).
- Membedakan pertahanan nonspesifik dan spesifik, kekebalan aktif dan pasif, serta respons imun primer dan sekunder.
📚Materi
1. Sistem saraf
Neuron terdiri atas badan sel, dendrit (menerima impuls), dan akson (meneruskan impuls) yang sering diselubungi mielin sehingga impuls melompat antarnodus Ranvier dan lebih cepat. Pada keadaan istirahat bagian dalam membran bermuatan negatif (polarisasi); rangsangan membuka saluran Na⁺ sehingga terjadi depolarisasi yang merambat sepanjang akson. Di sinapsis impuls diteruskan secara kimia oleh neurotransmiter (misalnya asetilkolin).
- Gerak biasa (sadar): reseptor → neuron sensorik → otak → neuron motorik → efektor.
- Gerak refleks: reseptor → neuron sensorik → neuron perantara di sumsum tulang belakang (atau batang otak) → neuron motorik → efektor.
| Bagian otak | Fungsi utama |
|---|---|
| Otak besar (serebrum) | berpikir, ingatan, gerak sadar, pusat penglihatan dan pendengaran |
| Otak kecil (serebelum) | keseimbangan dan koordinasi gerak |
| Hipotalamus | suhu tubuh, rasa lapar dan haus, mengendalikan hipofisis |
| Sumsum lanjutan (medula oblongata) | detak jantung, pernapasan, tekanan darah, refleks bersin |
2. Sistem hormon
Hormon dihasilkan kelenjar endokrin, diangkut darah, dan bekerja pada sel sasaran yang memiliki reseptornya. Pengaturannya umumnya melalui umpan balik negatif: efek hormon menekan sekresinya sendiri.
- Insulin (sel beta pankreas) menurunkan glukosa darah: mendorong sel menyerap glukosa dan hati menyimpannya sebagai glikogen. Glukagon (sel alfa) menaikkannya dengan memecah glikogen. Kekurangan insulin atau sel yang tidak responsif → diabetes melitus.
- ADH (hipofisis posterior) dilepas saat tubuh kekurangan air; ginjal menyerap lebih banyak air sehingga urine pekat. Kekurangan ADH → diabetes insipidus (urine sangat banyak dan encer).
- Hormon lain: tiroksin (metabolisme), adrenalin (respons darurat), hormon pertumbuhan, serta FSH, LH, estrogen, progesteron, dan testosteron (reproduksi).
3. Sistem imun
- Pertahanan nonspesifik (tidak membedakan jenis kuman): pertama — kulit, mukus, rambut hidung, asam lambung, lisozim dalam air mata; kedua — fagositosis oleh neutrofil dan makrofag, inflamasi (merah, panas, bengkak), demam, protein antimikroba.
- Pertahanan spesifik (mengenali antigen tertentu, memiliki memori): sel B menjadi sel plasma yang menghasilkan antibodi (imunitas humoral) dan sel B memori; sel T pembantu mengaktifkan sel B dan T lain, sel T sitotoksik membunuh sel terinfeksi (imunitas seluler).
| Kekebalan | Alami | Buatan |
|---|---|---|
| Aktif (tubuh membuat antibodi; tahan lama) | sembuh dari cacar air | vaksinasi |
| Pasif (menerima antibodi jadi; cepat, singkat) | antibodi dari ibu lewat plasenta dan ASI | serum antibisa ular, serum antitetanus |
✏️Contoh soal
Pada P, kenaikan glukosa memicu sel beta pankreas melepas insulin, sehingga glukosa diserap sel dan disimpan sebagai glikogen; kadar kembali normal dalam sekitar 90 menit — umpan balik negatif bekerja.
Pada Q kadar tetap tinggi: insulin tidak cukup atau sel tidak responsif terhadap insulin. Ini pola diabetes melitus. Kadar di atas ambang ginjal menyebabkan glukosa muncul dalam urine.
📝Latihan
Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.
1. Urutkan jalannya impuls ketika lutut diketuk dan kaki menyentak.
2. Seseorang sering kehilangan keseimbangan setelah kecelakaan di kepala. Bagian otak mana yang kemungkinan terganggu?
3. Kelompokkan: air mata, antibodi, fagositosis oleh makrofag, sel T sitotoksik, asam lambung.
4. Korban gigitan ular diberi serum antibisa. Kekebalan apa yang diperoleh, dan mengapa tidak diberi vaksin saja?
5. Mengapa vaksin tertentu diberikan dua kali (booster)?
6. Apa yang terjadi pada volume urine jika hipofisis tidak menghasilkan ADH?
🎯Latihan TKA untuk topik ini
Soal-soal berikut dari latihan TKA Biologi SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.
- Paket 1 · Soal 14 PG — Menjelaskan perbedaan respons imun primer dan sekunder setelah vaksinasi.
- Paket 1 · Soal 15 PGK MCMA — Mengelompokkan mekanisme pertahanan tubuh nonspesifik.
- Paket 1 · Soal 16 PG — Menentukan urutan jalannya impuls pada gerak refleks.
- Paket 1 · Soal 17 PGK Kategori — Menganalisis kerja hormon insulin dalam mengatur kadar glukosa darah berdasarkan grafik.
- Paket 2 · Soal 14 PG — Menentukan jenis kekebalan yang diperoleh dari pemberian serum antibisa.
- Paket 2 · Soal 15 PGK MCMA — Menjelaskan peran sel-sel imun dalam pertahanan spesifik.
- Paket 2 · Soal 16 PG — Menentukan bagian otak yang terganggu berdasarkan gejala gangguan keseimbangan tubuh.
- Paket 2 · Soal 17 PGK Kategori — Menganalisis kerja hormon ADH dalam menjaga keseimbangan air tubuh.