Kebijakan Fiskal, APBN dan APBD, serta Perpajakan
📋Capaian Pembelajaran
Fase F: memahami konsep kebijakan fiskal, fungsi anggaran negara dan daerah, dan perpajakan. Materi ini mencakup APBN dan APBD, arah kebijakan fiskal dalam kondisi ekonomi tertentu, serta fungsi, jenis, dan perhitungan pajak.
🎯Yang perlu kamu kuasai
- Menjelaskan fungsi, struktur, dan sumber penerimaan APBN serta APBD.
- Memilih kebijakan fiskal ekspansif atau kontraktif dan membedakannya dari kebijakan moneter.
- Menjelaskan fungsi pajak dan mengelompokkan pajak menurut pemungut, sifat, dan tarifnya.
- Menghitung PPN dan memahami asas perpajakan Indonesia.
📚Materi
1. APBN dan APBD
APBN disusun pemerintah dan disetujui DPR setiap tahun; APBD disusun pemerintah daerah bersama DPRD. Fungsinya: otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi.
- Pendapatan negara: penerimaan perpajakan (bagian terbesar), penerimaan negara bukan pajak (PNBP — hasil sumber daya alam, laba BUMN, layanan), dan hibah.
- Belanja negara: belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah (dana alokasi umum, dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dana desa).
- Pendapatan asli daerah (PAD): pajak daerah, retribusi daerah, hasil BUMD, dan lain-lain.
- Jika belanja > pendapatan terjadi defisit, ditutup dengan pembiayaan seperti penerbitan Surat Berharga Negara atau pinjaman.
2. Kebijakan fiskal
| Kondisi | Kebijakan | Tindakan |
|---|---|---|
| Resesi, pengangguran tinggi | ekspansif | belanja pemerintah naik, pajak turun, bantuan sosial |
| Inflasi tinggi, ekonomi terlalu panas | kontraktif | belanja dikurangi, pajak dinaikkan |
Pembedanya: kebijakan fiskal dijalankan pemerintah lewat anggaran (pajak dan belanja); kebijakan moneter dijalankan bank sentral lewat jumlah uang beredar dan suku bunga.
3. Pajak
Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara berdasarkan undang-undang, tanpa imbalan langsung. Fungsi: anggaran (budgeter), mengatur (regulerend — misalnya pajak tinggi atas barang mewah dan rokok), pemerataan, dan stabilitas. Indonesia menganut self-assessment: wajib pajak menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya sendiri.
| Dasar | Jenis | Contoh |
|---|---|---|
| Pemungut | pajak pusat / pajak daerah | PPh, PPN, PPnBM, bea meterai / PBB perdesaan-perkotaan, pajak kendaraan bermotor, pajak hotel dan restoran |
| Beban | langsung (tidak dapat dialihkan) / tidak langsung (dapat dialihkan) | PPh, PBB / PPN, cukai |
| Sifat | subjektif (memperhatikan keadaan wajib pajak) / objektif | PPh / PPN |
| Tarif | proporsional (persentase tetap), progresif (persentase naik seiring dasar pajak), degresif, tetap | PPN / PPh orang pribadi / — / bea meterai |
PPN dikenakan atas penyerahan barang dan jasa kena pajak; tarifnya ditetapkan undang-undang. Contoh di halaman ini memakai 11%. Jika ada diskon, PPN dihitung dari harga setelah diskon:
✏️Contoh soal
Harga setelah diskon = 9.000.000 − 450.000 = 8.550.000.
Toko memungut dan menyetor PPN, tetapi bebannya ditanggung pembeli akhir — karena itu PPN adalah pajak tidak langsung.
📝Latihan
Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.
1. Ekonomi sedang resesi dan pengangguran meningkat. Kebijakan fiskal apa yang tepat?
2. Mana yang termasuk kebijakan fiskal: menaikkan BI-Rate, menurunkan tarif PPh, operasi pasar terbuka, menambah bantuan sosial?
3. Kelompokkan menurut pemungut: PBB perdesaan-perkotaan, PPh, pajak kendaraan bermotor, PPN.
4. Pajak dengan persentase yang makin besar ketika penghasilan makin besar menggunakan tarif apa?
5. Harga barang Rp2.000.000 tanpa diskon, PPN 11%. Berapa PPN dan harga yang dibayar?
6. Mengapa pemerintah mengenakan cukai tinggi pada rokok? Fungsi pajak mana yang dominan?
🎯Latihan TKA untuk topik ini
Soal-soal berikut dari latihan TKA Ekonomi SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.
- Paket 1 · Soal 15 PG — Menganalisis kebijakan fiskal yang tepat pada kondisi perekonomian tertentu.
- Paket 1 · Soal 16 PG — Menghitung pajak pertambahan nilai atas suatu transaksi.
- Paket 1 · Soal 17 PGK Kategori — Mengelompokkan jenis pajak berdasarkan pemungut dan pihak yang menanggungnya.
- Paket 2 · Soal 16 PGK Kategori — Membedakan kebijakan fiskal ekspansif, kontraktif, dan kebijakan moneter.
- Paket 2 · Soal 17 PG — Membedakan jenis pajak berdasarkan sifat tarifnya.