Kesetimbangan Asam-Basa dan Kelarutan
📋Capaian Pembelajaran
Bagian dari menganalisis kesetimbangan kimia dan penerapannya (Fase F). Panduan memasukkan kesetimbangan asam-basa (teori Arrhenius, Brønsted–Lowry, Lewis, indikator, pH, titrasi, hidrolisis garam, larutan penyangga) dan kesetimbangan kelarutan (kelarutan, Ksp, dan pengaruh ion senama).
🎯Yang perlu kamu kuasai
- Membedakan teori asam-basa dan menentukan pasangan asam-basa konjugasi.
- Menghitung pH asam kuat, basa kuat, asam lemah, dan basa lemah.
- Menentukan sifat dan pH larutan garam (hidrolisis) serta larutan penyangga.
- Menafsirkan kurva titrasi, memilih indikator, dan menghitung kadar dari data titrasi.
- Menghubungkan kelarutan dengan Ksp, meramalkan pengendapan, dan menjelaskan efek ion senama.
📚Materi
1. Teori asam-basa
- Arrhenius: asam menghasilkan H⁺ dalam air, basa menghasilkan OH⁻.
- Brønsted–Lowry: asam adalah donor proton, basa akseptor proton. Dalam \( \mathrm{NH_3 + H_2O \rightleftharpoons NH_4^+ + OH^-} \), NH₃/NH₄⁺ dan H₂O/OH⁻ adalah pasangan konjugasi. Air bersifat amfoter.
- Lewis: asam adalah akseptor pasangan elektron, basa donor pasangan elektron (BF₃ + NH₃).
2. pH
| Jenis | Rumus |
|---|---|
| Asam kuat (HCl, H₂SO₄) | \( [\mathrm{H^+}] = a \times M \) (a = valensi asam) |
| Basa kuat (NaOH, Ca(OH)₂) | \( [\mathrm{OH^-}] = b \times M \) |
| Asam lemah (CH₃COOH) | \( [\mathrm{H^+}] = \sqrt{K_a \cdot M} \) |
| Basa lemah (NH₃) | \( [\mathrm{OH^-}] = \sqrt{K_b \cdot M} \) |
Untuk campuran asam kuat dan basa kuat, hitung mol H⁺ dan OH⁻; yang bersisa menentukan pH (bagi dengan volume total).
3. Hidrolisis garam
Ion dari asam lemah atau basa lemah bereaksi dengan air:
- Asam kuat + basa kuat (NaCl): netral, tidak terhidrolisis.
- Asam lemah + basa kuat (CH₃COONa, Na₂CO₃): basa, \( [\mathrm{OH^-}] = \sqrt{\dfrac{K_w}{K_a}[\text{garam}]} \).
- Asam kuat + basa lemah (NH₄Cl): asam, \( [\mathrm{H^+}] = \sqrt{\dfrac{K_w}{K_b}[\text{garam}]} \).
4. Larutan penyangga
Campuran asam lemah dan basa konjugasinya (CH₃COOH/CH₃COO⁻) atau basa lemah dan asam konjugasinya (NH₃/NH₄⁺) mempertahankan pH saat ditambah sedikit asam, basa, atau diencerkan.
Contoh di tubuh: penyangga H₂CO₃/HCO₃⁻ dalam darah (pH 7,35–7,45) dan H₂PO₄⁻/HPO₄²⁻ dalam sel.
5. Titrasi asam-basa
Pada titik ekuivalen, mol H⁺ = mol OH⁻: \( a \cdot M_a V_a = b \cdot M_b V_b \). Indikator dipilih yang trayek pH-nya berada di dalam lonjakan pH kurva titrasi: asam kuat–basa kuat (pH 7) bisa memakai bromtimol biru atau fenolftalein; asam lemah–basa kuat (pH ekuivalen > 7) memakai fenolftalein; asam kuat–basa lemah (pH ekuivalen < 7) memakai metil merah.
6. Kelarutan dan Ksp
Untuk \( \mathrm{A_xB_y(s) \rightleftharpoons xA^{y+} + yB^{x-}} \) dengan kelarutan s mol/L: \( K_{sp} = (xs)^x (ys)^y \). Contoh: AgCl: \( K_{sp} = s^2 \); Mg(OH)₂: \( K_{sp} = 4s^3 \).
- Q (hasil kali ion saat itu) < Ksp: belum jenuh; Q = Ksp: tepat jenuh; Q > Ksp: mengendap.
- Efek ion senama: menambahkan ion yang sama (misalnya NaCl ke larutan AgCl) memperkecil kelarutan.
- Penerapan: batu ginjal (kalsium oksalat), pembentukan stalaktit, pengolahan air sadah.
✏️Contoh soal
mmol CH₃COOH = 20, mmol NaOH = 10. Reaksi: CH₃COOH + OH⁻ → CH₃COO⁻ + H₂O. Sisa: CH₃COOH 10 mmol, terbentuk CH₃COO⁻ 10 mmol. Campuran asam lemah dan basa konjugasinya adalah penyangga.
📝Latihan
Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.
1. Tentukan pasangan asam-basa konjugasi pada HCO₃⁻ + H₂O ⇌ CO₃²⁻ + H₃O⁺.
2. Hitung pH larutan H₂SO₄ 0,005 M.
3. Hitung pH NH₃ 0,1 M (Kb = 10⁻⁵).
4. Manakah yang bersifat basa: NH₄Cl, NaCl, CH₃COONa, K₂SO₄?
5. 10 mL cuka dititrasi dengan NaOH 0,1 M dan memerlukan 20 mL. Berapa molaritas asam asetat?
6. Ksp Mg(OH)₂ = 4 × 10⁻¹². Hitung kelarutannya dan pH larutan jenuhnya.
🎯Latihan TKA untuk topik ini
Soal-soal berikut dari latihan TKA Kimia SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.
- Paket 1 · Soal 10 PG — Menentukan pasangan asam-basa konjugasi menurut teori Brønsted-Lowry.
- Paket 1 · Soal 11 PG — Menentukan pH larutan asam lemah dari konsentrasi dan tetapan ionisasinya.
- Paket 1 · Soal 12 PG — Memperkirakan trayek pH suatu sampel berdasarkan warna beberapa indikator.
- Paket 1 · Soal 13 PG — Menentukan kadar zat dalam produk menggunakan data titrasi asam basa dan membandingkannya dengan label.
- Paket 1 · Soal 14 PGK Kategori — Menganalisis pH dan cara kerja larutan penyangga asetat.
- Paket 1 · Soal 15 PGK MCMA — Menentukan garam yang bersifat asam berdasarkan asam dan basa pembentuknya.
- Paket 1 · Soal 16 PG — Menentukan pH saat endapan mulai terbentuk berdasarkan nilai Ksp.
- Paket 2 · Soal 10 PG — Menentukan pH campuran asam kuat dan basa kuat yang tidak tepat habis bereaksi.
- Paket 2 · Soal 11 PG — Menentukan pH larutan basa lemah dari konsentrasi dan tetapan ionisasinya.
- Paket 2 · Soal 13 PGK MCMA — Menentukan garam yang larutannya bersifat basa berdasarkan asam dan basa pembentuknya.
- Paket 2 · Soal 14 PGK Kategori — Menentukan pH larutan penyangga basa dan menjelaskan cara kerjanya.
- Paket 2 · Soal 15 PG — Memilih indikator yang tepat berdasarkan kurva titrasi asam lemah oleh basa kuat.
- Paket 2 · Soal 16 PG — Menentukan kelarutan dan pH larutan jenuh basa yang sukar larut dari nilai Ksp.