Ikatan Kimia, Bentuk Molekul, dan Gaya Antarmolekul
📋Capaian Pembelajaran
Fase F: membandingkan jenis ikatan kimia serta kaitannya dengan bentuk molekul dan gaya intermolekuler dalam memprediksi sifat fisik materi. Panduan mencakup ikatan ion, kovalen, dan logam, struktur Lewis, kepolaran ikatan, teori VSEPR, serta gaya London, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen.
🎯Yang perlu kamu kuasai
- Menjelaskan pembentukan ikatan ion, kovalen (tunggal, rangkap, koordinasi), dan logam.
- Menggambar struktur Lewis dan menentukan kepolaran ikatan dan molekul.
- Meramalkan bentuk molekul dengan teori VSEPR dari jumlah PEI dan PEB.
- Membedakan gaya London, dipol-dipol, dan ikatan hidrogen, serta pengaruhnya pada titik didih.
- Menghubungkan jenis ikatan dengan sifat fisik zat.
📚Materi
1. Kestabilan dan aturan oktet
Gas mulia stabil karena elektron valensinya 8 (He: 2). Atom lain cenderung melepas, menerima, atau memakai bersama elektron untuk mencapai susunan itu. Pengecualian: BF₃ (B hanya 6 elektron), PCl₅ dan SF₆ (lebih dari 8).
2. Jenis ikatan
- Ikatan ion: serah-terima elektron antara logam dan nonlogam, lalu gaya tarik kation–anion (NaCl). Senyawa ion keras, titik lelehnya tinggi, dan menghantarkan listrik dalam lelehan atau larutan.
- Ikatan kovalen: pemakaian bersama pasangan elektron antarnonlogam (H₂O, CO₂). Kovalen koordinasi: pasangan elektron berasal dari satu atom saja (NH₄⁺, H₃O⁺).
- Ikatan logam: ion-ion logam dikelilingi “lautan” elektron terdelokalisasi — penyebab logam menghantarkan listrik dan panas serta dapat ditempa.
3. Kepolaran
Ikatan kovalen polar jika keelektronegatifan kedua atom berbeda (H–Cl); muatan parsial δ⁺ dan δ⁻ terbentuk. Molekul polar jika momen dipolnya tidak saling meniadakan, yang bergantung pada bentuknya: CO₂ linear dan simetris sehingga nonpolar walaupun ikatannya polar, sedangkan H₂O bengkok sehingga polar. Senyawa polar larut dalam pelarut polar; nonpolar dalam nonpolar (“like dissolves like”).
4. Teori VSEPR
Pasangan elektron di sekitar atom pusat saling tolak dan mengatur diri sejauh mungkin. PEB menolak lebih kuat daripada PEI, sehingga memperkecil sudut ikatan. Notasi AXₙEₘ: A atom pusat, X pasangan elektron ikatan (PEI), E pasangan elektron bebas (PEB).
| Tipe | Bentuk | Sudut | Contoh |
|---|---|---|---|
| AX₂ | linear | 180° | CO₂, BeCl₂ |
| AX₃ | segitiga planar | 120° | BF₃ |
| AX₄ | tetrahedral | 109,5° | CH₄ |
| AX₃E | piramida segitiga | ≈107° | NH₃ |
| AX₂E₂ | bentuk V | ≈104,5° | H₂O |
| AX₅ | bipiramida segitiga | 90°, 120° | PCl₅ |
| AX₆ | oktahedral | 90° | SF₆ |
5. Gaya antarmolekul
- Gaya London (dispersi): ada pada semua molekul; makin besar massa molekul dan luas permukaan, makin kuat. Rantai lurus lebih kuat daripada rantai bercabang.
- Dipol-dipol: antara molekul polar.
- Ikatan hidrogen: sangat kuat; terjadi jika H terikat langsung pada F, O, atau N. Inilah sebabnya titik didih H₂O, HF, dan NH₃ jauh lebih tinggi daripada hidrida lain segolongannya.
Mendidih dan mencair memutus gaya antarmolekul, bukan ikatan kovalen di dalam molekul.
✏️Contoh soal
NH₃: N memiliki 5 elektron valensi; 3 dipakai berikatan dengan H, tersisa 1 PEB. Tipe AX₃E → piramida segitiga, tidak simetris → polar.
BF₃: B memiliki 3 elektron valensi, semuanya berikatan dengan F, tanpa PEB. Tipe AX₃ → segitiga planar, simetris, sehingga momen dipol ketiga ikatan B–F saling meniadakan → nonpolar.
📝Latihan
Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.
1. Jenis ikatan apa yang terbentuk antara ₁₁Na dan ₁₇Cl? Jelaskan.
2. Tentukan bentuk molekul H₂O dan sudut ikatannya.
3. Mengapa CCl₄ nonpolar padahal ikatan C–Cl polar?
4. Etanol (Mr 46) mendidih pada 78 °C, dimetil eter (Mr 46) pada −24 °C. Mengapa?
5. Urutkan titik didih CH₄, C₂H₆, C₃H₈.
6. Mengapa logam dapat menghantarkan listrik dalam keadaan padat, sedangkan garam dapur tidak?
🎯Latihan TKA untuk topik ini
Soal-soal berikut dari latihan TKA Kimia SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.
- Paket 1 · Soal 2 PGK MCMA — Menentukan molekul polar berdasarkan bentuk molekul dan pasangan elektron bebas.
- Paket 1 · Soal 3 PG — Menjelaskan anomali titik didih senyawa hidrida berdasarkan data grafik.
- Paket 2 · Soal 2 PGK MCMA — Menentukan bentuk molekul dari jumlah pasangan elektron ikatan dan pasangan elektron bebas atom pusat.
- Paket 2 · Soal 3 PG — Menjelaskan perbedaan titik didih dua isomer berdasarkan jenis gaya antarmolekul.