Beranda › Learning Hub › Ekonomi SMA › F.5 Ekonomi internasional
F.5

Ekonomi Internasional

Fase F · Kelas XI–XII

Ponsel di sakumu mungkin dirakit di negara lain dari komponen beberapa negara, sementara kopi dan sawit Indonesia diminum dan dipakai di seluruh dunia. Perdagangan internasional memungkinkan setiap negara menikmati lebih banyak barang daripada jika memproduksi semuanya sendiri — tetapi juga membuat ekonomi peka terhadap kurs dan kebijakan negara lain.

📋Capaian Pembelajaran

Fase F: memahami konsep ekonomi internasional dan masalahnya. Materi ini mencakup alasan dan manfaat perdagangan internasional, kebijakan perdagangan, kurs valuta asing, neraca pembayaran, serta kerja sama ekonomi internasional.

🎯Yang perlu kamu kuasai

  • Menentukan spesialisasi berdasarkan keunggulan absolut dan komparatif.
  • Menjelaskan tujuan dan dampak kebijakan perdagangan: tarif, kuota, subsidi ekspor, larangan ekspor.
  • Menganalisis dampak apresiasi dan depresiasi rupiah, dan menghitung penerimaan eksportir dalam rupiah.
  • Menafsirkan neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
  • Menyebutkan bentuk kerja sama ekonomi internasional.

📚Materi

1. Mengapa negara berdagang

Perbedaan sumber daya alam, iklim, teknologi, dan biaya produksi membuat setiap negara lebih unggul dalam barang tertentu.

  • Keunggulan absolut (Adam Smith): negara memproduksi suatu barang dengan biaya lebih rendah secara mutlak.
  • Keunggulan komparatif (David Ricardo): walaupun satu negara unggul dalam kedua barang, perdagangan tetap menguntungkan jika setiap negara berspesialisasi pada barang yang biaya peluangnya lebih rendah.

2. Kebijakan perdagangan

KebijakanTujuan utamaDampak
Tarif (bea masuk)melindungi industri dalam negeri, penerimaan negaraharga impor naik; produsen lokal diuntungkan, konsumen dirugikan
Kuota impormembatasi jumlah barang imporpasokan turun, harga dalam negeri naik
Subsidi ekspormeningkatkan daya saing eksporekspor naik, beban anggaran
Larangan ekspor bahan mentah (hilirisasi)mendorong pengolahan di dalam negerinilai tambah dan lapangan kerja dalam negeri
Dumpingmenguasai pasar luar negerimenjual di luar negeri lebih murah dari dalam negeri; dapat dibalas bea antidumping

3. Kurs

Depresiasi rupiah (misalnya dari Rp15.000 menjadi Rp16.000 per USD): barang impor lebih mahal, eksportir menerima rupiah lebih banyak, utang luar negeri dalam rupiah membengkak, wisatawan asing lebih tertarik datang. Apresiasi berdampak sebaliknya: impor lebih murah, penerimaan eksportir dalam rupiah turun.

4. Neraca pembayaran

Neraca pembayaran mencatat semua transaksi ekonomi dengan luar negeri: transaksi berjalan (neraca perdagangan barang, jasa, pendapatan primer, pendapatan sekunder), transaksi modal dan finansial (investasi langsung, investasi portofolio, pinjaman), dan perubahan cadangan devisa. Neraca perdagangan surplus jika ekspor > impor. Neraca pembayaran yang surplus menambah cadangan devisa.

5. Kerja sama ekonomi

Bilateral, regional (ASEAN, Masyarakat Ekonomi ASEAN, APEC), dan multilateral (WTO, G20). Manfaatnya: perluasan pasar, investasi, alih teknologi. Tantangannya: persaingan ketat dengan produk luar bagi UMKM.

✏️Contoh soal

Dengan satu hari kerja, Indonesia dapat menghasilkan 20 ton kopi atau 10 unit mesin; Jepang 10 ton kopi atau 20 unit mesin. Tentukan spesialisasi yang menguntungkan.

Biaya peluang 1 ton kopi: Indonesia = ½ mesin, Jepang = 2 mesin. Biaya peluang 1 mesin: Indonesia = 2 ton kopi, Jepang = ½ ton kopi.

Indonesia berspesialisasi pada kopi (biaya peluang lebih rendah), Jepang pada mesin, lalu keduanya berdagang.

Periksa. Di sini setiap negara juga punya keunggulan absolut pada barang spesialisasinya, sehingga hasil kedua cara sama.
Jebakan. Jika satu negara unggul mutlak pada keduanya, banyak siswa menyimpulkan tidak perlu berdagang. Tetap bandingkan biaya peluang.

📝Latihan

Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.

1. Negara A: 1 jam → 6 kain atau 3 radio. Negara B: 1 jam → 4 kain atau 4 radio. Siapa berspesialisasi pada apa?
Biaya peluang 1 kain: A = ½ radio, B = 1 radio → A pada kain; B pada radio.
2. Eksportir menjual barang USD 10.000. Kurs berubah dari Rp15.500 menjadi Rp15.000 per USD. Berapa perubahan penerimaannya dalam rupiah?
Turun 10.000 × 500 = Rp5.000.000 (dari Rp155 juta menjadi Rp150 juta) karena rupiah terapresiasi.
3. Siapa yang dirugikan oleh depresiasi rupiah?
Importir, konsumen barang impor, perusahaan dan pemerintah yang berutang dalam valuta asing, serta orang yang bepergian ke luar negeri.
4. Pemerintah mengenakan bea masuk tinggi pada sepatu impor. Siapa yang diuntungkan dan dirugikan?
Diuntungkan: produsen sepatu dalam negeri dan penerimaan negara. Dirugikan: konsumen (harga naik, pilihan berkurang) dan importir.
5. Ekspor barang USD 250 miliar dan impor barang USD 230 miliar. Bagaimana neraca perdagangannya?
Surplus USD 20 miliar.
6. Apa tujuan larangan ekspor bijih nikel?
Hilirisasi: mendorong pengolahan di dalam negeri agar nilai tambah, lapangan kerja, dan penerimaan negara meningkat.

🎯Latihan TKA untuk topik ini

Soal-soal berikut dari latihan TKA Ekonomi SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.

  • Paket 1 · Soal 20 PG — Menentukan spesialisasi perdagangan berdasarkan keunggulan komparatif.
  • Paket 1 · Soal 21 PGK MCMA — Menganalisis dampak depresiasi rupiah terhadap berbagai pelaku ekonomi.
  • Paket 1 · Soal 22 PG — Menganalisis tujuan kebijakan perdagangan internasional.
  • Paket 2 · Soal 20 PG — Menghitung perubahan penerimaan eksportir akibat apresiasi rupiah.
  • Paket 2 · Soal 21 PGK Kategori — Menganalisis neraca perdagangan dan hubungannya dengan neraca pembayaran.
  • Paket 2 · Soal 22 PG — Menganalisis pihak yang diuntungkan dan dirugikan oleh pengenaan tarif bea masuk.