Beranda › Learning Hub › Ekonomi SMA › F.4 Fiskal dan pajak
F.4

Kebijakan Fiskal, APBN dan APBD, serta Perpajakan

Fase F · Kelas XI–XII

Jalan tol, sekolah negeri, subsidi listrik, dan gaji guru dibiayai oleh anggaran negara, dan sebagian besar penerimaan anggaran berasal dari pajak. Cara pemerintah mengatur penerimaan dan belanja untuk memengaruhi perekonomian disebut kebijakan fiskal.

📋Capaian Pembelajaran

Fase F: memahami konsep kebijakan fiskal, fungsi anggaran negara dan daerah, dan perpajakan. Materi ini mencakup APBN dan APBD, arah kebijakan fiskal dalam kondisi ekonomi tertentu, serta fungsi, jenis, dan perhitungan pajak.

🎯Yang perlu kamu kuasai

  • Menjelaskan fungsi, struktur, dan sumber penerimaan APBN serta APBD.
  • Memilih kebijakan fiskal ekspansif atau kontraktif dan membedakannya dari kebijakan moneter.
  • Menjelaskan fungsi pajak dan mengelompokkan pajak menurut pemungut, sifat, dan tarifnya.
  • Menghitung PPN dan memahami asas perpajakan Indonesia.

📚Materi

1. APBN dan APBD

APBN disusun pemerintah dan disetujui DPR setiap tahun; APBD disusun pemerintah daerah bersama DPRD. Fungsinya: otorisasi, perencanaan, pengawasan, alokasi, distribusi, dan stabilisasi.

  • Pendapatan negara: penerimaan perpajakan (bagian terbesar), penerimaan negara bukan pajak (PNBP — hasil sumber daya alam, laba BUMN, layanan), dan hibah.
  • Belanja negara: belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah (dana alokasi umum, dana bagi hasil, dana alokasi khusus, dana desa).
  • Pendapatan asli daerah (PAD): pajak daerah, retribusi daerah, hasil BUMD, dan lain-lain.
  • Jika belanja > pendapatan terjadi defisit, ditutup dengan pembiayaan seperti penerbitan Surat Berharga Negara atau pinjaman.

2. Kebijakan fiskal

KondisiKebijakanTindakan
Resesi, pengangguran tinggiekspansifbelanja pemerintah naik, pajak turun, bantuan sosial
Inflasi tinggi, ekonomi terlalu panaskontraktifbelanja dikurangi, pajak dinaikkan

Pembedanya: kebijakan fiskal dijalankan pemerintah lewat anggaran (pajak dan belanja); kebijakan moneter dijalankan bank sentral lewat jumlah uang beredar dan suku bunga.

3. Pajak

Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara berdasarkan undang-undang, tanpa imbalan langsung. Fungsi: anggaran (budgeter), mengatur (regulerend — misalnya pajak tinggi atas barang mewah dan rokok), pemerataan, dan stabilitas. Indonesia menganut self-assessment: wajib pajak menghitung, membayar, dan melaporkan pajaknya sendiri.

DasarJenisContoh
Pemungutpajak pusat / pajak daerahPPh, PPN, PPnBM, bea meterai / PBB perdesaan-perkotaan, pajak kendaraan bermotor, pajak hotel dan restoran
Bebanlangsung (tidak dapat dialihkan) / tidak langsung (dapat dialihkan)PPh, PBB / PPN, cukai
Sifatsubjektif (memperhatikan keadaan wajib pajak) / objektifPPh / PPN
Tarifproporsional (persentase tetap), progresif (persentase naik seiring dasar pajak), degresif, tetapPPN / PPh orang pribadi / — / bea meterai

PPN dikenakan atas penyerahan barang dan jasa kena pajak; tarifnya ditetapkan undang-undang. Contoh di halaman ini memakai 11%. Jika ada diskon, PPN dihitung dari harga setelah diskon:

\[ \text{PPN} = \text{tarif} \times (\text{harga} - \text{diskon}) \]

✏️Contoh soal

Toko menjual laptop seharga Rp9.000.000 (belum termasuk PPN) dengan potongan 5%. Tarif PPN 11%. Berapa yang harus dibayar pembeli, dan siapa yang sebenarnya menanggung pajak ini?

Harga setelah diskon = 9.000.000 − 450.000 = 8.550.000.

\[ \text{PPN} = 11\% \times 8.550.000 = 940.500, \qquad \text{total} = 9.490.500 \]

Toko memungut dan menyetor PPN, tetapi bebannya ditanggung pembeli akhir — karena itu PPN adalah pajak tidak langsung.

Periksa. PPN harus lebih kecil dari 11% × 9.000.000 = 990.000 karena dihitung setelah diskon.
Jebakan. Menghitung PPN dari harga sebelum diskon, lalu baru mengurangkan diskon.

📝Latihan

Kerjakan di kertas, lalu buka jawabannya.

1. Ekonomi sedang resesi dan pengangguran meningkat. Kebijakan fiskal apa yang tepat?
Kebijakan fiskal ekspansif: menambah belanja (misalnya proyek infrastruktur padat karya) dan/atau menurunkan pajak.
2. Mana yang termasuk kebijakan fiskal: menaikkan BI-Rate, menurunkan tarif PPh, operasi pasar terbuka, menambah bantuan sosial?
Menurunkan tarif PPh dan menambah bantuan sosial. Dua lainnya kebijakan moneter.
3. Kelompokkan menurut pemungut: PBB perdesaan-perkotaan, PPh, pajak kendaraan bermotor, PPN.
Pajak pusat: PPh, PPN. Pajak daerah: PBB-P2, pajak kendaraan bermotor.
4. Pajak dengan persentase yang makin besar ketika penghasilan makin besar menggunakan tarif apa?
Tarif progresif.
5. Harga barang Rp2.000.000 tanpa diskon, PPN 11%. Berapa PPN dan harga yang dibayar?
PPN Rp220.000; dibayar Rp2.220.000.
6. Mengapa pemerintah mengenakan cukai tinggi pada rokok? Fungsi pajak mana yang dominan?
Untuk mengendalikan konsumsi yang merugikan kesehatan — fungsi mengatur (regulerend), selain menambah penerimaan.

🎯Latihan TKA untuk topik ini

Soal-soal berikut dari latihan TKA Ekonomi SMA menguji materi di halaman ini. Kerjakan langsung di halaman soal, lalu buka pembahasannya.

  • Paket 1 · Soal 15 PG — Menganalisis kebijakan fiskal yang tepat pada kondisi perekonomian tertentu.
  • Paket 1 · Soal 16 PG — Menghitung pajak pertambahan nilai atas suatu transaksi.
  • Paket 1 · Soal 17 PGK Kategori — Mengelompokkan jenis pajak berdasarkan pemungut dan pihak yang menanggungnya.
  • Paket 2 · Soal 16 PGK Kategori — Membedakan kebijakan fiskal ekspansif, kontraktif, dan kebijakan moneter.
  • Paket 2 · Soal 17 PG — Membedakan jenis pajak berdasarkan sifat tarifnya.